Selasa, 22 September 2009

PUISI KARYA SISWA-SISWI KELAS XI IPA 5 0910

Mari nikmati karya sentuhan hati kami ini! Karya ini adalah buah hati yang mengalir lewat rangkaian kata bermakna dalam lantunan gaya bahasa yang berirama dan beritme. Pandanglah karyaku sebagai curahan luapan dan mungkin derita hati manusia sepertiku ini. Bagaimanapun sesederhananya karya ini, hatiku terus bergema dan  menyuarakan jiwa-jiwa nan mulia. Bacalah dan nikmati karya ini sebab ada pesan yang pasti kalian dapatkan tentang hakikat hidup dan kehidupan!

53 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  2. Puisi 1
    Tema : Semangat kepemudaan

    Pemuda Bangsaku

    karya : Dedy Mediansyah / 11

    Pemuda
    Semangatmu begitu membara
    membakar semangat jiwa
    membanggakan kita semua

    Aku bangga padamu
    melihat semangatmu
    Menggebu - gebu sepanjang masa
    mebuat hati menjadi bangga

    Wahai para pemuda
    Janganlah engkau menjadi lesu
    Engkau adalah pedoman hidupku
    Untuk masa depanku

    Kami mau menjadi seperrtimu
    Sebagai pemuda penerus bangsa
    Dengan semangat luar biasa
    Bagi bangsa dan negara

    Palembang, 01 oktober 2009


    Puisi 2
    Tema : kepedulian lingkungan

    Penyapu Jalanan

    karya : Dedy Mediansyah / 11

    Sampah
    Engkau ada dimana-mana
    Membuat diriku menjadi gila
    Kau mengotori lingkunganku

    Setiap kali aku berjalan
    Aku melihat dirimu
    untunglah ada mereka
    Paara penyapu jalanan

    Wahai para penyapu jalanan
    Jasamu begitu berharga
    Engkau membersihkan mereka
    Sampah-sampah tak berguna

    Wahai para penyapu jalanan
    Engkau begitu membantu
    Membersihkan lingkunganku
    Agar bersih dan terjaga

    Palembang, 01 oktober 2009

    BalasHapus
  3. Nama: Andrean
    Absen:05

    Puisi 1,
    Tema: Religi
    Tuhan

    Aku melihat dengan mudah
    Setiap kejadian yang ada didepanku
    Mudah untuk menyalahkan
    Apa yang tak sesuai dengan nalarku
    Semua yang hadir tampaknya adalah masalah-nya
    dan tidak padaku

    Meluruskan, mendebat dan mengajari jadi keahlianku
    Ahli karena berulang-ulang dan
    berulang-ulang karena yang diajari tak juga mengerti

    Ini kesalahan mendasarku sebagai seorang pejalan
    yang katanya sedang ingin diajari
    Tapi lupa karena malah lebih sibuk dengan tugas-ku

    Tuhan adalah panduan-ku seharusnya hanya membincangkan tentang aku
    Dan selain aku hanyalah materi pengajarannya

    Dia, mereka dan semua kejadian itu
    benar-benar perantara yang tak layak dipersalahkan
    Mereka hanyalah pembuka ihwal keadaan jiwa

    Cermin jiwa adalah peran mereka
    Terlebih pasangan sejati
    tak ada pengetahuan tentang siapa kita

    Apabila ada dominasi dari pasangan
    Itu berarti sang jiwa masih dikuasai tabiat raga
    Apabila ada pengkhianatan dalam pernikahan
    Pastilah karena kemunafikan pada Tuhan

    Kalau mereka menjadi cermin jiwa
    Tak seharusnya cermin yang dipecahkan
    Sebaliknya kita bersyukur, melaluinya
    Dia mengirim kabar tentang jiwa
    Kepada kita,kepada semuanya





    Puisi 2,
    Tema: Kepedulian Sosial
    Anak Jalanan

    Senandung sendu meratap-ratap
    Memar tubuhnya membiru lagi
    Bibirnya kaku, dingin dan semu.
    Tapi lantunkan lagu cinta kepada yang lain
    Tak memandang siapa pun itu

    Tuhanku, adakah seseorang yang mampu menopang berat deritanya ?
    Tuhanku, kirimlah seseorang untuknya
    Untuk memperhatikannya,dalam kehidupan nya Sehingga ia bisa seperti anak yang lainnya

    Menaiki tangga mimpi
    Mengambil tiap lagu-lagu yang ada di langit
    Ingin temukan kedamaian dalam dunia ini
    Itulah keinginan mereka selama ini,terlepas darkebelengguan
    Mengais-ngais mimpi dari jalanan, yang kadang terbuang oleh orang yang menaiki mobil mewah Tak banyak yang mau memberinya,hanya sedikit

    Sedikit senyum tipis dari wajahnya
    Menyimpan keluguan misteri mimpi
    Yang akan terungkap nanti di kedepannya
    Kamu, jangan pernah untuk berhenti bermimpi

    Aku akan selalu memberimu permata,menjadi penenerangmu
    Yang menjadi doa pemimpin langkahmu
    dan terus mendukungmu di setiap waktu


    Tuhan, walau semenit jadikanlah ia orang paling bahagia sedunia Karena ia pun pantas untuk berbahagia,
    Seperti yang lainnya di dunia ini

    BalasHapus
  4. Nama:Renny Andrean
    Kelas:XI P5

    Puisi 1,
    Budaya Kita

    Lihatlah negeriku
    Negeri yang kaya akan kebudayaan
    Tetapi semua sekarang seakan sirna
    Kerena klaim dari negara tetangga

    Berbagai kebudayaan kita diklaim negara tetangga
    Mengapa ini harus terjadi ???
    Sebenarnya ini bisa kita hindari
    Seandainya kita dapat mencintai budaya kita

    Sampai kapan haga diri kita diinjak-injak atas klaim dari negara lain
    Kita harus berusaha keras untuk melindungi budaya kita
    Demi kemajuan bangsa ini
    Demi jati diri bangsa ini

    Tanpa adanya kepedulian dari kita
    Mustahil kita dapat melindungi budaya kita
    Dimulai dari diri kita sendiri
    Cintailah negeri Indonesia

    Tidak perlu yang muluk-muluk
    Kita harus mengenal terlebih dahulu budaya kita
    Demi kemajuan bangsa ini
    Demi jati diri bangsa ini


    Puisi 2,
    Nasib Rakyat Kecil

    Lihatlah di sekitar kita
    Begitu banyak orang yang kurang beruntung
    Sementara kita yang hidup brkecukupan
    Jarang memperhatikan mereka

    Di pinggir jalan,kolong jembatan,lampu merah
    Mereka sering kita temui
    Sudah seharusnya kita peduli dengan nasib mereka
    Bahkan untuk makan pun mereka sulit

    Hanya mengharapkan belas kasihan dari orang lain
    Tanpa pekerjaan yang layak
    Tanpa hidup yang layak
    Mereka terus berusaha untuk memperbaiki hidup mereka
    Tetapi apa boleh buat nasib mereka memang kurang beruntung

    Kita harus mengerti penderitaan mereka
    Sudah saatnya bagi kita untuk peduli
    Tidak perlu yang muluk-muluk
    Cukup dimulai dan dari diri sendiri untuk menolong mereka

    Karena mereka juga saudara kita
    Bantulah mereka
    Hargai mereka
    Penderitaan mereka,penderitaan kita juga

    BalasHapus
  5. Ungkapan Hati

    ungkapanku untuknya.
    untuk sekitarku
    yang selalu ku rasa jenuh.
    onggokan sampah, menu penglihatanku sehari-hari.

    aku seperti dalam dunia.
    dunia yang begitu keruh.
    bagai tak mau menyisir kehidupan.
    sungguh menyesakkan hati.

    kotoran menggumpal di aliran sungai.
    hingga tak terlihat lagi kejernihannya.
    ingin rasanya ku mengeluh.
    namun ku tak tahu pada siapa.
    karena mata dan telinga telah tertutup rapat.
    karena hati tak lagi bisa merasakan.
    betapa enggannya hidup.
    di kepengatan seperti ini.

    dan seiring berjalannya waktu.
    semoga harapku terjawab.
    hingga akhirnya ku rasakan lagi.
    betapa nikmatnya dunia ini.

    karya : Iin Anggraini
    XI IPA 5/19
    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  6. Semangat dan Harapan

    Kobarkan semangat tuk menjunjung negeri.
    Sebuah harapan pada putera bangsa.
    Yang tak gentar melewati apapun.
    Walau jurang harus dilewati.

    Seanggun warna senja menyapa.
    Bersambut musim yang dijalani.
    Semoga bintang penuh harapan.
    Mencoba tuk terangi negeri dalam gelapnya malam.

    Tiap detik dunia semakin berkembang.
    Bagai bunga yang sedang mekar.
    Sebuah harapan pada mereka.

    Kritik sebagai bekal di kemudian hari.
    Hingga nanti semua dapat merasakan.
    Arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

    Ya Tuhan, bimbinglah generasi penerus kami.
    Agar dapat meneruskan langkah bangsa kami.
    Ke masa depan yang telah menunggu di balik pintu.


    Karya : Iin Anggraini
    Kelas : XI IPA 5 / 19
    Palembang, 3 Oktober 2009
    Tema : Nasionalisme

    BalasHapus
  7. Nama : Jesica Joana Khalim
    No Absen : 22

    Puisi 1
    Tema : Kritik Sosial

    Judul: Tikus Elit

    Apa yang dilakukan tikus elit ?
    Duduk di ruangan nyaman dan mewah
    Makan dari uang korupsi
    yang artinya sampah

    Menggigit setiap harapan masyarakat
    Menjadi hama ditengah sorak sorai rakyat
    Menindas seperti hukum itu bisu
    Dibungkam oleh harta dan kedudukan

    Lihatlah rakyat bawah dan deritanya
    Setiap hari mengais sisa makanan pejabat
    Pandangan penuh belas kasihan
    Membuat muka bangsa tercoreng borok

    Setiap air mata yang keluar
    Adalah hutang para pemimpin
    Setiap tangis yang terdengar
    Adalah hukuman untuk pemimpin

    Mari bercermin atas kesakitan ini
    Bangsa ini sedang sakit
    Kita perlu memberantas parasit
    dalam tubuh kesatuan negara kita



    Puisi 2
    Tema : Dekadensi moral generasi muda

    Judul : Mari Berprestasi

    Tunas muda begitu memberi harapan
    Tapi begitu rentan terhadap gangguan
    Seperti remaja zaman sekarang
    Penuh tantang dan gejolak usia

    Pikiran yang belum matang
    Iblis dunia menawarkan kenikmatan
    Norma dan aturan dilawan
    Berjalan mengikuti hasrat dan nafsu

    Moral bangsa dipertanyakan
    Akan dikemanakan nasib negara
    Ditangan tak berpengalaman
    Terjadi arus dekadensi moral
    Yang membawa generasi muda ke jurang

    Gerak kaki semakin diatur
    Berbagai doktrin ditanamkan
    Untuk menekan arus yang menyesatkan
    Beramai-ramai orang tua merangkul anaknya
    Takut dipisahkan atas nama kebebasan

    Bawa jiwa muda ini
    Ke dalam padang hijau yang subur
    Agar kita menemukan masa depan bukan kehancurann
    Bersama hadapi dunia dan segala cobaannya

    Saling berpegangan tangan
    Dan mengatakan tidak untuk hal negatif
    Moral bangsa dipertaruhkan di mata dunia
    Berjayalah generasi muda bersama Indonesia
    Mari berprestasi

    BalasHapus
  8. Jalan Hidup

    Karya: Christian Dinata/ 10

    Kemanakah aku melangkah
    Mencari bahagia
    Tak kutemukan satupun langkah pasti

    Dalam kegelapan aku berjalan
    Dalam kesunyian aku berdiam
    Tak satupun insan mengerti
    Tak satupun memahami

    Di atas batu kerikil aku berjalan
    Di atas duri aku berbaring
    Di atas pasir aku menangis

    Tanpa tahu arah tujuan
    Aku mengikuti jalan kekelaman

    Dalam perenungan, ku temukan jawaban
    Dalam pemikiran, ku temukan jalan keluar

    Aku hanya dapat berlari kepada Dia
    Aku hanya dapat berseru kepada-Nya

    Dia membebaskan
    Dia membuka jalan
    Dia memberi hidup

    Hanya Dia yang dapat menolong
    Menunjukan jalan hidupku

    Palembang, 1 Oktober 2009




    Kedamaian yang Kudambakan

    Karya : Christian Dinata/ 10

    Tak ku sangka ini akan terjadi
    Di Indonesia tercinta
    Bencana demi bencana melanda negaraku
    Gempa bumi, tsunami menimpa negeriku
    Laut bergelora, menyerbu bangsaku

    Isak tangis terdengar dimana mana
    Beratus ratus bangunan roboh
    Beribu ribu manusia kehilangan nyawanya
    Jerit tangis tak berhenti jua

    Apa yang sedang terjadi?
    Tegakah kita melihat semua ini?
    Haruskah kita berpangku tangan?
    Tak tergerakkah hati kita?

    Mari kawan, bangkit, jangan diam saja!
    Saudara - saudara kita menanti uluran tangan kita
    Bantuan kita sangat berarti bagi mereka

    Tak inginkah kalian melihat Indonesia damai?
    Tak inginkah kalian melihat Indonesia tenang?
    Mari kawan, berbuat sesuatulah bagi Indonesia
    Doakan Indonesia penuh damai jua

    Palembang, 1 Oktober 2009

    BalasHapus
  9. Segala Tentang Cinta

    karya: Tiffani Kosasih/43

    Cinta..
    Satu kata, berjuta arti
    Itulah cinta..
    Tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata..
    Segala rasa bercampur menjadi satu,
    pahit, manis, dan asam..
    Dunia hambar tanpa cinta..
    Cinta berawal dengan senyuman,
    berkembang dengan ciuman,
    dan berakhir dengan tetesan air mata..
    Itulah cinta..
    Hanya perlu waktu semenit untuk menaksir seseorang,
    Sejam untuk menyukai seseorang,
    sehari untuk mencintai seseorang, tetapi,
    diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang..
    Itulah cinta..
    Cinta bukanlah jaminan untuk memiliki seutuhnya,
    tapi cinta adalah penyejuk jiwa,
    saat kita harus melepas apa yang kita miliki,
    Cinta tak pernah menghampiri,
    tapi cinta lah yang kita hampiri..
    Cinta bukan untuk diraih,
    tapi untuk dimengerti..
    Karena cinta bukan medan pertarungan untuk mendapatkan kemenangan..
    Cinta alamiah telah ada sejak kita lahir,
    karena cinta lah yang membuat kita sekarang berada disini..
    Cinta itu dahsyat ..
    Cinta dari adam dan hawa lah yang telah mengubah dunia..
    Cinta lah yang membawa kita pada kebahagiaan sejati..
    Cinta lah yang membawa kita pada kesempuraan sejati..
    Ikutilah kata hatimu..
    Dan kata hatimu akan yang akan mengantarmu,
    kedepan pintu gerbang cinta..
    Dunia adalah cinta..
    Dunia hampa tanpa cinta..
    Dunia kosong tanpa cinta..
    Dunia sunyi tanpa cinta..

    Palembang, 03 Oktober 2009

    BalasHapus
  10. Kota Palembang Ku

    karya: Tiffani Kosasih/43

    Palembang..
    Kota kecil di Pulau Sumatera..
    Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan..
    Kota BARI julukannya,
    Bersih, Aman, Rapi nan Indah..
    Itulah Kota Palembangku..

    Beraneka ragam ciri khas kota Palembangku..

    Sungai Musi..
    Luas, bagai lautan di tengah kota..
    Memisahkan ulu dan ilir..
    Sumber mata pencaharian para nelayan..
    Tempat rekreasi para keluarga..

    Jembatan Ampera..
    Jembatan megah nan indah,
    yang menghubungkan ulu dan ilir..
    Lampu kelap-kelip mewarnai malam di sepanjang jembatan,
    indah laksana bintang menyinari sungai musi di malam yang sunyi..
    Meramaikan Kota Palembang ku..

    Pulau Kemaro..
    Pulau kecil di tengah Sungai Musi,
    indah menghiasi kota Palembang ku,
    merupakan simbol dari agama Buddha,
    Pagoda bertingkat 7 menjulang tinggi ke langit..
    Melawan teriknya matahari..
    Melawan derasnya hujan..
    Melawan dinginnya malam..
    Patung-patung lambang agama Buddha,
    berdiri kokoh menyambut para pengunjungnya..

    Makanan khas Palembang..
    Begitu banyak makanan khas Palembang,
    pempek di antaranya,
    beraneka ragam variasi nan bentuknya..
    Begitu menggoda aromanya..
    Begitu istimewa rasanya..

    Kesenian Dul Muluk..
    Pentas drama tradisional khas Kota Palembang ku..
    Unik nan elok ciri khas nya..
    Tarian Gending Sriwijaya
    Tarian khas Kota Palembangku dalam menyambut para tamu..
    Lentik nan indah gerakannya..
    Tarian Tanggai
    Tarian khas Kota Palembangku dalam resepsi pernikahan
    Megah nan halus gerakannya..
    Lagu Daerah Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut, dan Ribang Kemambang,
    Lagu daerah khas Kota Palembangku
    Khas nan enak di didengar oleh telinga..
    Rumah Limas dan Rumah Rakit
    Rupawan nan menawan bentuknya..

    Sungguh bangga ku menjadi warga Kota Palembang ku..
    Nyaman nan tentram dalam damai hidup ku..
    Indah menjalani hari-hari di Kota Palembang ku..

    Palembang, 03 Oktober 2009

    BalasHapus
  11. Bersama Tuhan

    karya : Alia Salvira

    Sampaikan salamku pada Tuhan yang di surga, Jibril
    Katakan padaNya aku merindukan sejuta cahaya surgaNya
    Ucapkan cintaku pada Tuhan yang penuh kasih, Jibril
    Syairkan padaNya aku mendambakan udara surgaNya

    Aku yang ada di sini, Tuhan
    mencoba mencari Kau!
    Kau yang Maha Agung
    kaya akan semua kasih

    Mereka yang disana, Tuhan
    mencoba mengais ampunanMu
    Kau yang Maha Ampun
    berlimpah semua kesuciaan abadi

    Tuhan terkasih, apa Kau nyata?
    Bagi mereka ynag buta, Kau begitu nyata
    untuk mereka yang melihat dengan mataMu
    Kau tak nyata, Kau terlupakan untuk mereka

    Tuhan, apa aku berada diantara mereka?
    Aku mau lari padaMu
    Mengadu segala kegundahanku
    menangisi semua kealpaanku

    Aku yang ada diantara mereka
    bukanlah buta akibat dosa mereka
    butaku karenaMu yang mau
    agar aku menganggap Kau nyata
    Kau abadi, Tuhan!

    Selama nyawa masih tetap di tubuh hinaku
    Aku bersumpah pada langit dan Jibril sekarang
    Aku disampingMu, Tuhan
    selalu bersamaMu
    selalu mengingatMu
    selalu menganggungkan keesaanMu...

    Palembang, 1 Oktober 2009



    Untuk yang Berduka

    karya : Alia Salvira

    Ibaku pecah
    Tangisku merebah
    Sayatan itu melukai dalam jantungku
    Goresan ini mengoyak separuh perasaanku

    Mereka yang hancur
    Mereka yang terpisah
    Mereka yang sendiri saat ini
    tanpa saudara, tanpa teman, tanpa sanak

    bencana itu mengoyak habis kehidupan mereka
    musibah ini meninggalkan nila yang dalam bagi cerita mereka
    melihat mereka hancur
    melihat mereka menangis, menangis darah

    sahabat, coba kita berlari ke ujung sana!
    Dapat kita temukan lagi wajah ceria mereka?
    Mungkinkah masih tersisa?
    Setitikpun tidak!

    Mampukah aku ingat tawa ceria mereka?
    Saat bumi masih ramah pada mereka
    ketika alam masih sayang pada mereka
    dapatkah kembali aku kenang masa itu?

    Saudaraku yang disana
    Saudara kita semua
    Mari genggam tanganku
    Aku obati luka hatimu yang dalam
    aku perbaiki sisa-sisa jantungmu yang hancur

    Temanku yang di barat sana
    Hapus air matamu, teman
    Kita songsong dunia depan
    Kita perbaiki alam kembali
    Kita pulihkan bumi ini
    Tutup sedihmu, sahabat
    Lupakan dukamu, kawan
    Aku ada di sini untuk berbagi kebahagiaan
    pada kalian yang berduka saat ini

    Palembang, 1 Oktober 2009

    BalasHapus
  12. Puisi 1

    Bodohnya Bangsaku
    karya:Sherly/40

    Dulu negeriku dicintai seluruh bangsa
    Budaya yang sangat beragam
    Suku-suku yang berbeda
    Alam yang berjajar dari sabang hingga merauke
    Sungguh indah negeriku

    Namun, setelah kejadian itu
    Negeriku marah besar
    Warisan negeriku dimutilasi oleh negeri tetangga
    Tari Pendet, Reog Ponorogo, angklung, lagu “Rasa Sayange”, bahkan batik

    Kini, negeriku tak seindah dulu
    Berbagai masalah terus membanjiri negeriku
    Tiada lagi yang mencintai warisan negeriku
    Betapa bodohnya bangsa ini

    Bagai bencana yang terus menyelimuti
    Sungguh...
    Negeriku lelah dengan semua ini
    Negeriku berusaha untuk bangkit kembali

    Akhirnya, semuanya telah kembali pulih
    Bangsaku telah kembali seperti dulu
    Aku harap terus begini adanya
    Hingga negeri tercintaku lenyap di muka bumi ini

    Palembang, 1 Oktober 2009

    Puisi 2

    Indonesiaku yang Malang
    karya:Sherly/40

    Indonesia negeri yang kaya raya
    Kaya akan tambang
    Kaya akan minyak
    Kaya akan ratanya lautan

    Indonesia memang kaya
    Namun, tak sekaya rakyatnya yang terlantar
    Indonesia memang indah
    Namun, tak seindah penduduknya yang terhina

    Oh, Indonesiaku sayang
    Indonesiaku tercinta
    Indonesiaku yang malang
    Masih banyak anak-anak di sana kelaparan
    Menanti sebutir nasi bagai sebatang emas
    Masih banyak anak-anak di sana berperut buncit
    Sementara di luar lautan sana tidur kekenyangan


    Palembang, 2 Oktober 2009

    BalasHapus
  13. Puisi 1

    Jerit Tangis Rakyat
    Karya: Jesica Novita/23

    Apa yang mereka lakukan?
    Pada bangsa kita
    Pada saudara kita
    Semuanya kacau balau
    Tapi mereka bungkam tak ada suara

    Nyanyian riang anak kecil tak terdengar lagi
    Tawa canda hilang dalam sekejap
    Yang tersisa hanya kegelisahan
    Ketidakadilan
    Ketidakpedulian
    Kemana perginya orang-orang itu?
    Mereka yang dulu mengobral janji dan omongan
    Lihatlah sekarang!
    Mereka bungkam tak ada suara

    Kebenaran hancur
    Keadilan hancur
    Ekonomi hancur
    Tiap generasi baru meronta-ronta
    Mencoba bebas dari lilitan ketidakadilan
    Percuma saja kita berteriak memohon-mohon
    Tapi tak ada yang menenangkan
    Pendengaran mereka tersumbat oleh politik
    Mata mereka buta melihat kekuasaan
    Tak peduli pada rakyat yang meratap

    Puisi 2

    Impianku
    Karya: Jesica Novita/23

    Kekecewaanku
    Kesedihanku
    Aku sang pemimpi ketikaku berharap
    Bumiku aman dan damai
    Generasi muda berpegang erat pada budi luhur
    Berpedoman pada tata tingkah laku halus
    Dan bersahabat dengan tenggang rasa

    Tapi sekarang kuterjaga
    Ketikaku melihat kekacauan dimana-mana
    Dunia kini telah berubah
    Kerusuhan di masyarakat
    Tawuran antarpelajar
    Anak tak lagi hormati orang tua
    Tiap orang saling melukai sesamanya
    Bahkan tiap bangsa saling melahap
    Bumiku dibedah, ditoreh, diobrak-abrik
    Oleh tangan-tangan generasi tak bermoral

    Andai impian itu dapat terjadi
    Tiap kata dan tiap langkah
    Dapat dijalani dengan sukacita
    Penuh dengan cita-cita
    Tapi apa daya kutakbisa rubah semua
    Semua hanya dalam impiku

    BalasHapus
  14. Puisi 1

    Tema : Kritik Sosial

    Kehidupan di Jakarta

    Karya : Lusi Handayani/29

    Kulihat bocah lusuh menjerit
    Dalam deras hujan di depan mall
    Lelaki berpayung di sampingnya
    Berusaha menarik-narik tangannya
    Sempat kuhentikan langkahku
    Cetus itu pun mengusik hati
    Mungkinkah ini penculikan
    Untuk dijadikan anak jalanan?

    Kulewati pria setengah baya
    Menyapa dengan manis budi
    Sangat akrab serasa sahabat lama
    Aku membalasnya dengan ragu
    Perasaan itu menyelip mengganggu
    Mungkinkah ia pura-pura baik
    Karena ada maunya?

    Dalam penantian mengesalkan
    Di hadapan birokrasi
    Silih berganti tamu elegan bertas besar
    Datangi kepala bagian
    Curiga pun menyapa:
    Jangan-jangan tas itu penuh
    Amplop sogokan untuk melicinkan suatu proyek?

    Seorang tetangga mendadak sentosa
    Membangun rumah seperti tak peduli biaya
    Aku pun menyibir sang istri
    Paling ia korupsi
    Mana mungkin seorang pegawai negeri mampu begitu?
    Setelah bertahun di kota ini
    Prasangka justru makin menjadi-jadi

    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  15. Puisi 2

    Tema : Dekadensi Moral Generasi muda

    Permainan yang Menyesatkan

    Karya : Lusi Handayani/29

    Narkoba..
    Perusak segala jiwa dan mental
    Sasarannya ialah generasi – generasi muda
    Mereka dijebak dan diracuni
    Sampai akhirnya mereka mengalah

    Bagaikan sebuah permainan tanpa akhir
    Yang taruhannya adalah sebuah hak hidup
    Pengabdian seumur hidup kepadanya
    Itulah hukuman bagi yang kalah

    Permainan yang mendatangkan malapetaka
    Tiada perhentian sementara untuk permainan ini
    Ia menekan korban untuk terus bermain
    Sampai korban merasa tidak dapat hidup tanpanya

    Tiada yang dapat melawannya
    Kecuali menahan nafsunya sendiri
    Hai para generasi muda
    Bangkitlah !
    Selamatkan dirimu daripadanya
    Jangan biarkan dia menyentuh hidupmu
    Karena dunia juga mengawasinya

    Marilah kita bersatu
    Bersatu menjaga moral bangsa Indonesia
    Bersatu mencegah dekadensi moral
    Bersatu membangun bangsa Indonesia
    Membangun bangsa yang bermoral

    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  16. Puisi 1
    Kami Membanggakanmu
    Karya : Marmah Oktaria/ 32

    Dalam diam aku kagum
    Muncul pula rasa terpesona dan terkesima itu
    Melihat engkau menjadi kebanggaan
    Telah terlahir ratusan tahun lalu
    Tak ada satu pun yang mengingkarimu
    Hanya saja, terkadang kami mengacuhkanmu

    Andai kami semua sadar
    Akan berharganya ini semua
    Warisan bangsa,
    Warisan nenek moyang kami
    Yang harusnya dipedulikan
    Tapi malah terlupakan

    Baru dipedulikan jika kau diakui orang lain
    Engkau khas negara kami
    Melambangkan jati diri bangsa kami
    Bangsa yang kaya akan macam budaya
    Dan bangsa yang membanggakanmu

    Kini kami anak bangsa
    Sekuat tenaga membudidayakanmu
    Agar tak punah dari ingatan
    Agar dihormati generasi depan
    Dan merekalah yang akan membanggakanmu di pelosok dunia
    Karena memiliki dirimu yang memberi kami warna kehidupan

    Dengarlah nanti,
    Anak bangsa akan melantunkanmu
    Lihatlah nanti,
    Anak bangsa akan membanggakanmu
    Karena engkau melambangkan jati diri bangsa ini


    Palembang, 3 Oktober 2009








    Puisi 2
    Derita Mereka
    Karya : Marmah Oktaria/ 32

    Selalu ingin dimengerti
    Baik anda maupun saya
    Kita sama-sama ingin dimengerti, ingin dipahami
    Namun sudahkah kita mengerti mereka?
    Sudahkah kita memahami mereka?
    Belum. Kita belum memahami mereka
    Sedikitpun tak ada rasa peduli terbesit dihati anda
    Mungkin begitu pula dengan saya

    Mereka hanya korban keserakahan kita,
    Orang atas yang selalu ingin dihormati
    Kita butuh mereka saat akan meraih sukses
    Dan membuang mereka disaat sukses
    Sungguh egois,
    Bahkan kejam

    Membiarkan penderitaan menghampiri kehidupan mereka
    Itu semua karena kita
    Tidak adakah sedikitpun rasa iba pada nasib mereka?
    Mereka berharap pada kita
    Menanti kebesaran hati kita
    Namun hati beku yang kita miliki
    Sehingga mereka terus hidup dalam derita
    Sungguh kejam


    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  17. Puisi 1

    Tema: cinta pada lawan jenis

    Jatuh cinta
    karya : Weliam/47

    Sejak pertama aku melihatmu
    Kurasakan sesuatu..
    Sesuatu yang tak pernah
    Kurasakan sebelumnya..

    Kurasakan...
    Jantungku berdegup kencang
    Di setiap tatapan matamu
    Bagaikan sinar mentari yang hangat

    Disetiap malamku..
    Selalu hadir mimpi indah tentangmu
    Kurasakan kebahagiaan..
    Di setiap waktuku bersamamu

    Serasaku terbang melayang
    Anganku turut serta membawamu..
    Menghadapi ribuan bintang di langit
    Aku jatuh cinta padamu..

    Jatuh cinta yang pertama..
    ku ingin selalu bersamamu
    Walaupun nanti berpisah..
    Namun kubahagia bersamamu..

    Palembang, 3 Oktober 2009



    Puisi 2

    Tema: Palembang yang membanggakan

    Palembang kebanggaanku
    karya: Weliam /47

    Palembang..
    ooh.. Palembang..
    kota kebanggaan ku..
    Tempat di mana aku dilahirkan..
    Tempat di mana aku di besarkan..
    Dari kecil hingga dewasa

    Sungai Musi..
    terbentang luas
    membagi kota menjadi dua bagian
    Ulu dan Ilir bagiannya..

    Jembatan Ampera..
    Amanat Penderitaan Rakyat
    menghubungkan dua bagian kota yang terpisah
    Ulu dan Ilir bagiannya..

    Palembang..
    Oh.. Palembang..
    Pempek makanan khasnya..
    Kota BARI sebutannya..
    Bersih, Aman, Rapi, dan Indah..
    Itulah Palembang kota kebanggaanku..

    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  18. Puisi 1
    Bencana Alam
    Tema : kepedulian Sosial
    Karya : Allicia Ariesca/04

    Alam sumber kehidupan
    Alam adalah anugrah dari sang pencipta

    Alam harus selalu dilestarikan
    Harus dijaga dan dilindungi
    Bukan menelantarkan
    Bukan juga merusaknya

    Alam begitu indah
    Susah tuk diungkapkan dengan kata-kata
    Alam adalah ciptaan Tuhan yang tak terhingga nilainya
    Alam besar manfaatnya bagi kehidupan manusia

    Namun kini alam yang indah itu telah hilang
    Berganti dengan bencana
    Tanah longsor, banjir, gempa bumi,kebakaran hutan,
    Yang sangat sering terjadi.

    Kemana alamku yang indah itu?
    Kini alam telah dirusak
    Kini alam telah diperjual belikan
    Oleh orang-orang egois yang tidak bertangung jawab.

    Bencana alam dapat menimpa siapapun
    Bencana alam membuat orang-orang menderita
    Bencana alam datangnya tak diduga
    Bencana alam timbul karena perbuatan manusia.

    Kita semualah yang harus menjaga alam ini
    Alam begitu penting
    Tidak hanya bagi kita manusia
    Tetapi bagi seluruh ciptaan Tuhan yang ada di bumi ini
    Serta bagi generasi kita selanjutnya.

    Lindungi,lestarikan,dan rawat alam ini
    Bagi kepentingan kitia semua
    Agar alam tetap indah dan lestari
    Agar alam selalu menjadi alam yang kita cintai bersama.







    Puisi 2
    Tuhan Sahabatku
    Tema : Religi
    Karya : Allicia. Ariesca/04

    Terkadang aku merasa tidak ada lagi sahabat
    Sahabat yang menemaniku dalam kesendirianku
    Saat Ku pandangi seberkas cahaya ditengah gelapnya malam
    Ku lihat sinar yang indah memukau
    Seketika itu ku temukan setitik harapan

    Disaat aku dihadapkan pada dua pilihan
    Aku tak tahu kemana pilihan yang kutuju
    Aku hanya bisa berdoa ditengah sunyinya malam
    Aku mulai yakin dan percaya melangkah menuju impian

    Tuhan,
    Aku tahu tak terbataas kuasa-Mu
    Semua dapat engakau lakukan
    Meski kelihatan mustahil bagiku
    Tapi engkau selalu memberiku semangat
    Bagai air mengalir deras ditengah kerasnya batu karang

    Disaatku tak berdaya kuasa-Mu menghampiriku
    Tak kenal waktu...
    Seketika aku aku percaya Engkau menolongku
    Bukan karena kekuatan tetapi roh kudus-Mu

    Kasih setia-Mu yang kurasakan lebih tinggi
    Dari langit biru
    Kebaikan-Mu yang Engkau berikan lebih dalam
    Dari lautan

    Engkau Tuhanku bagai permata yang indah
    Takkan pernah kulepaskan
    Sekalipun dagingku habis lenyap
    Engkau tetap bagian dari hidupku

    Engkau penolongku...
    Selalu ada disetiap waktu
    Engkau selalu ada dihatiku
    Takkan pernah kulupakan
    Tuhan...
    Bagiku Engkau sahabat, kekasihku
    Yang kekal abadi selama-lamanya

    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  19. BERTOBAT

    Tema :Religi
    Karya:Agnes Rosiana Muliady/01

    Waktu terus berjalan melintasi hidupku
    Tak terasa kini ku beranjak dewasa
    Andai ku dapat mengulang kembali kisah lamaku
    Ingin rasanya memperbaiki semua itu

    Di kelam kesunyian malam
    Hanya memikirkan kaki tak terperanjak
    Membisu tanpa kata
    Tak tahu apa yang harus kulakukan

    Suara lonceng berbunyi nyaring
    Hingga terdengar oleh telingaku
    Kurasakan kegelisahan dalam diriku
    Tak dapat kubayangkan apa yang terjadi

    Air mata jatuh tak berhenti
    Tanpa peneyesalan apa yang telah kulakukan
    Cobaan adalah ujianla sesuatu
    Ujian dari Yang Maha Kuasa

    Tuhan, apakah aku dapat menuju keabadian?
    Yang diinginkan oleh semua manusia
    Di setiap penderitaan seseorang
    Trsimpan butir-butir kat yang indah

    Tuhan, iringi setiap langkahku dengan cahaya putih-Mu
    Tempatkan aku dalam rumah-Mu yang penuh kesucian
    Kelak aku tahu Engkau berkuasa atas segalanya
    Melalui doa aku mengadu pada-Mu

    Tuhan yang maha pengampun
    Pada-Mu aku bersujud
    Pada-mu aku bersimpuh
    Hanya untuk mengucapkan syukur

    Tuhan, . . .
    Diriku dan jiwaku ku pasrahkan pada-Mu
    Segala sesuatu ku serahkan pada-Mu
    Karena hanya Engkau yang tahu segalanya.











    Kemiskinan dan Penderitaan

    Tema : Kepedulian sosial
    Karya: Agnes Rosiana Muliady

    Kemisikinan dan penderitaan tak dapat dipisahkan
    Mereka saling melengkapi
    Mereka saling memenuhi
    Bahkan tak ampun bagi yang terjebak

    Hanya karena miskin manusia menderita
    Penderitaan itu datang dari kemiskinan
    Manusia tidak dapat menghindar dari penderitaan
    Tetapi hanya menghadapi kenyataan yang ada

    Penderitaan dan kemiskinan datang tiba-tiba
    Tak seorangpun yang tahu kapan akan datang
    Tak seorang pun kapan akan berakhir
    Hanya dapat menangis dan menangis.

    Kemiskinan sangat merugikan diri kita
    Miskin ilmu, miskin bahasa, dan miskin harta
    Ini semua, pertanda bahwa semua adalah hukum alam
    Manusia hanya dapat pasrah kepada Yang Maha Kuasa

    Manusia hanya dapat berlutut dan berdoa
    Jika manusia sudah menjadi orang yang kaya akan harta
    Ia akan lupa akan daratannya sendiri
    Karena manusia cepat puas akan kekayaannya sendiri

    Sekarang kemiskinan ada dimana-mana
    Tak seorangpun yang dapat menghindari
    Semua itu adalah takdir manusia
    Bahwa Tuhan menciptakan manusia tidak selalu sama
    Melainkan beraneka ragam ciptaan-Nya

    Tuhan itu adil dan penyayang
    Semua itu nanti pasti akan ada hikmahnya
    Seperti laut yang tanpa air
    Akan terasa hampa

    Palembang, 03 Oktober 2009

    BalasHapus
  20. Puisi 1
    Potret Tukang Sampah
    Tema : Cinta terhadap penderitaan kalangan menengah ke bawah
    Karya: Owen / 36

    Dengan perut lapar dan harapan kosong
    Aku menelanmu
    Kukunyah – kunyah sebuah sampah
    Setumpuk sampah telah jadi menu utamaku
    Roda gerobak adalah sendok dan garpu

    Tuhan, beri aku uang
    Baunya lebih enak ketimbang sampahku
    Seperti di bayang – bayang pohon mangga
    Lalu aku menyiapkan cerita
    Untuk anak cucu
    Untukmu
    Untuk pengemudi bajaj, penyalur genteng
    Dan pedagang kaki lima

    Seribu tahun genap sudah
    Engkau masih compang – camping, luka – luka
    Tangis bayi dan jerit wanita di mana – mana
    Bianglala di atas perkampungan
    Bikin cinta terbakar dalam perut lapar
    Tuhan, beri aku uang
    agar aku bisa menikmati nikmatnya
    uang ketimbang sampah

    Palembang, 3 Oktober 2009

    Puisi 2
    Batik
    Tema : Kepedulian Budaya Nusantara demi Jati Diri Bangsa
    Karya : Owen / 36

    Engkau yang tiap hari
    menghiasi tubuh kami
    dan merupakan budaya kami
    Engkau yang bersinar saat ini
    Ketika kami berkumpul
    Hanya untuk memperebutkan
    Engkau

    Apa yang harus kami lakukan
    untuk masa kini dan masa depan
    bangsa Indonesia, anak – anak kami,
    anak – anak cucu kami dan cucu – cucu mereka
    Sinarilah hati kami dan pikiran kami

    Agar menjadi terang benderang
    hingga kami dapat memperoleh
    yang menjadi milik kami
    agar generasi sesudah kami,
    anak – anak dan cucu – cucu kami
    dapat mempertahankan budaya bangsa kami
    Sampai dengan masa depan
    yang sudah menunggu di balik pintu waktu

    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  21. Nama: Nike Novianty
    Absen: 35

    PUISI 1
    Tema: Kepedulian Budaya Nusantara

    BUDAYA NUSANTARA

    Berabad-abad mendampingi Indonesia
    Bertahun-tahun menjadi jejak negara
    Berbulan-bulan mengikuti setiap perjalanan bangsa
    Berhari-hari itu pula para penerus bangsa melupakan-nya

    Itulah budaya
    Itulah jati diri
    Itulah kita
    Itulah Indonesia

    Ketika mendampingi kami,tak pernah kami melihat-mu
    Ada di samping kami setiap waktu untuk menunjukkan jati diri Indonesia
    Sehingga saat ada bangsa lain yang melihat, semua tahu itu milik Indonesia
    Namun suatu saat kau terlupakan

    Membiarkan-mu dimiliki orang lain
    Menghapus jejak-mu yang lama di Indonesia
    Meninggalkan kau bersama orang lain
    Mendengar jeritan tangisan kau ketika kami lupa pada-mu

    Saat engkau direbut, diculik, dirampas oleh orang lain
    Barulah kami muncul untuk merebut-mu kembali
    Barulah kami ingat pada-mu
    Barulah kami berjanji untuk menjaga-mu

    Iniah yang nama-nya satu bangsa?
    Kita sebagai satu bangsa harus menjaga milik kita yang beharga
    Memperkenalkan pada dunia
    Betapa kaya negeri kita akan budaya

    Jangan biarkan satu orang pun untuk mengusik
    Demi bangsa Indonesia
    Menunjukkan ketenaran bangsa kita
    Dalam kesatuan budaya Indonesia


    PUISI 2
    Tema: Cinta terhadap penderitaan kalangan menengah kebawah

    TANGISKU KEPADAMU

    Hai, anak terlantar
    Hai, orang miskin dan tidak mampu
    Bangkitlah dari gubuk-mu
    Berusaha untuk mencapai sesuatu

    Jangan roboh oleh suatu masalah
    Jangan menyerah oleh kejamnya dunia
    Seperti rumput liar yang kotor
    Yang bisa bersih oleh air hujan

    Penderitaan-mu adalah penderitaan kami
    Sujud-mu adalah sujud kami
    Tangisan-mu adalah tangisan kami
    Gelisah-mu adalah kegelisahan bangsa

    Para orang besar yang tak pernah peduli
    Para pejabat yang kebanyakan korupsi
    apakah tidak ada satu sentuhan hati?
    Yang dapat membantu mereka

    Untuk hidup lebih baik
    Dan tidak lagi menyusahkan warga negara
    Untuk masa depan lebih baik
    Agar Indonesia dapat lebih maju
    Dan tidak di cap lagi sebagai bangsa miskin

    BalasHapus
  22. Nama : Mario Tanjung
    Kelas : XI IPA 5
    Absen : 31

    Puisi 1
    Tema : Kepedulian Budaya Nusantara

    "Jayalah Budaya Indonesia"

    Indonesia...
    Begitu banyak budayamu
    Begitu banyak keanekaragaman
    Engkaulah yang melengkapi
    Nusantara ini

    Hari demi hari...
    Bulan demi bulan...
    Tahun demi tahun...
    Selalu maju budayamu

    Kami sangatlah bangga
    Menetap di indonesia ini
    Menetap di nusantara ini
    Dengan berbagai kebudayaannya

    Tetaplah berkarya
    Tetaplah maju Indonesia
    Tetaplah jaya Indonesia
    jangan hilang budaya
    Indonesia

    Puisi 2
    Tema : Cinta terhadap penderitaan kalangan menengah kebawa

    "Penderitaan Anak jalanan"

    Berjuta rakyat di Indonesia
    Terkurung dalam dunia
    Dunia kemiskinan
    Dunia penderitaan

    Kulihat di negeri indonesia ini
    Anak kecil di jalanan
    Setiap pagi setiap hari
    Mencari uang dijalanan

    Tak pernah terpikir
    Dalam pikiran mereka
    pergi sekolah
    Mencari ilmu

    Tak pernah terpikir oleh mereka
    Masa depan
    Dan keceriaan
    Di masa datang

    BalasHapus
  23. Nama : Basilius Jefri Winardi
    Kelas : XI P 5
    No.abs : 09

    Puisi 1 : Religi

    Tuhan Yang Maha Esa

    Tuhan,
    Engkau memang Maha Penyayang dan Maha Pengampun
    Ditengah kegelisahan
    karena kejahatan yang selalu menampakkan diri
    karena kepalsuan yang selalu hadir dengan keangkuhannya
    karena penghianatan yang jadi kelaziman
    karena deraan cobaan bertubi menyentuh bumi pertiwi

    Kau hadirkan
    Sesosok insan
    Dengan penuh kelembutan
    Dan Kebahagiaan
    Dan Keanggunan
    Dan Kebaikan
    Dan sejuta kemampuan menguatkan
    menyabarkan
    meneduhkan

    Yang hanya dengan nama indahnya
    yang tanpa tambahan awalan atau akhiran
    tanpa paksaan
    telah menyentuh beribu insan
    untuk berkumpul dalam kebaikan
    yang hangat dan bijak

    Terima kasih Tuhan
    Tlah Kau tunjukkan
    Ditengah kegelisahan
    Ada kedamaian

    Terima kasih Tuhan......


    Puisi 2 : Kepedulian Sosial

    Untuk Saudara yg Menderita

    Tanpa tanah merekah
    akankah kau tetap meratapiku
    Tanpa air membanjir
    akankah tangismu terus mengaliri
    pipimu, saudaraku?

    Tanpa lautan mayat
    akankah jantungmu tetap bergeletar
    Tanpa balita piatu
    tergeletak mencengkram biskuit
    akankah tetap berat napasmu
    dan dada terasa sakit, saudaraku?

    Tanpa pesawat jatuh
    Tanpa kereta api keluar jalur
    Tanpa kapal tenggelam
    akankah kau tetap susah tidur, saudaraku?

    Tiap hari ada sepeda motor
    terpeleset di jalan,
    ada tangan tengadah, perut kosong
    di jembatan penyeberangan
    Apa beda satu jiwa dengan seratus ribu
    saudaraku?

    Tanpa penyerbuan untuk mengusir penyerbu
    tanpa aksi teror untuk membasmi teroris
    tanpa kekerasan untuk melawan kejahatan
    akankah kau tetap menjunjung keadilan?

    Tanpa fotoku tak bernyawa di halaman depan
    akankah kau tetap ingin tahu tempat asalku
    akankah kau tetap peduli
    saudaraku?

    BalasHapus
  24. Puisi 1

    Rakyat Indonesiaku
    Karya : Jessica Sutrisno / 24

    Indonesiaku…
    Sungguh besar dan indah
    Sungguh kaya akan sumber daya
    Sumber daya alam dan manusia

    Hai, Rakyat Indonesia…
    Bangunlah, bangunlah negeri ini
    Bersainglah dengan masyarakat luar negeri
    Agar kita tidak dihina

    Namun kita tidak mau
    Kita malas, kita mau dihina
    Apa salahnya berjuang keras
    Untuk mengangkat nama bangsa Indonesia

    Berjuang dari hal-hal kecil
    Cintai produk dalam negeri
    Produksi barang yang tidak kalah dengan luar negeri
    Tunjukkan kreativitas rakyat Indonesia
    Demi membantu bangsa ini

    Tapi apa yang sudah kau lakukan
    Hanya menunggu waktu
    Waktu untuk dihina dan diremehkan
    Karena ketergantungan rakyat Indonesia

    Palembang, 3 Oktober 2009

    Puisi 2

    Generasi Muda
    Karya : Jessica Sutrisno / 24

    Generasi muda, penerus bangsa
    Kulihat kau tidak bermoral
    Tidak memikirkan masa depan
    Hanya mau bersenang-senang

    Apa jadinya negara ini
    Bergantung pada siapa negara ini
    Generasi muda penerus bangsa
    Melalaikan tugasnya sebagai pelajar

    Siapa yang harus disalahkan
    Karena kesalahan kita
    Orang tua yang jadi korban
    Negara kita yang jadi korban

    Korban dari kemalasan generasi muda
    Karena kita tidak membahagiakan orang tua
    Karena orang tua menginginkan yang terbaik
    Untuk kita, generasi penerus

    Korban dari kemalasan generasi muda
    Karena tidak sesuai dengan yang diharapkan
    Harapan yang akan dicapai
    Jika generasi muda mau berubah

    Palembang, 3 Oktober 2009

    BalasHapus
  25. puisi 1:Kepedulian Budaya Nusantara Demi Jati Diri Bangsa

    Budaya Indonesia
    Budaya yang kami cintai
    Budaya kami sebagai bangsa Indonesia
    Budaya yang tidak untuk dicontek
    Budaya yang menunjukkan jati diri bangsa

    Budaya yang kami miliki sejak dulu
    Seiring dengan bertambahnya umur
    Budaya Nusantara tetap tidak dilupakan
    Tetap kami hormati
    Tetap kami hargai

    Sekarang budaya kami banyak yang dicuri
    Budaya kami tercinta direbut bangsa lain
    Tetapi kami tidak diam
    Demi budaya tercinta
    Agar tidak direbut bangsa lain

    Kami akan selalu menjagamu
    Mencintaimu dan menghargaimu
    Budaya Nusantara akan selalu kujaga
    Demi jati diri bangsa
    Cintailah Budaya Nusantara


    puisi 2:Cinta penderitaan kalangan menengah ke bawah

    Setiap hari kau mencari nafkah
    Dibawah terik matahari
    Dibawah derasnya hujan
    Semangatmu tidak runtuh
    Demi sekeping logam

    Keringat yang bercucuran
    Rasa letih yang kau rasakan
    Seakan tidak menghalangimu untuk bekerja
    Semua pekerjaan berat
    Kau hadapi semua

    Tetapi kami yang serba berkecukupan
    Tidak pernah memperdulikanmu
    Menghinamu...
    Menjauhimu...
    Itulah perlakuan kami terhadapmu

    Sabar, itulah sifat utamamu
    Tetapi dalam hati kecilku
    Kuingin selalu membantumu
    Memberimu sedikit bantuan
    Untuk meringankan penderitaanmu

    BalasHapus
  26. Nama : Merantia Limas
    Kelas : XI P.5
    Absen : 34

    Puisi 1 :

    tema : Kepedulian Budaya Nusantara Demi Jati Diri Bangsa
    judul: Budaya Indonesia


    Citra bangsa
    Cermin negara
    Terpahat pada budaya

    Segala suka
    pun duka
    Ada sejarah,
    dalam tradisi budaya

    Negara maritim
    dan beribu kepulauan,
    melekat dalam memori tanah air

    Jutaan budaya ditemukan
    ujung ke ujung
    Semua terjaga
    diupayakan daerah

    Apakah pusat diam?
    Seperti batu menanti
    terkikis dan lapuk
    oleh terjangan air

    Beberapa telah direbut
    Hilang
    Kita tak boleh melamun
    Melainkan cepat
    atau semua 'kan lenyap


    Puisi 2:

    tema :Cinta penderitaan kalangan menengah ke bawah
    judul: Sajiran - Jaga

    Darman bujang Sajiran
    Betapa kilau dirimu
    kalahkan surya
    Rupamu dilukis
    sempurna oleh keramaian

    Kemari kau ke Jaga
    desa lahir beta
    Angin pagi bawaku temu
    Darman bujang Sajiran

    Sinyal hati memecah
    ruang transmisi tak berbentuk
    Bibirku dijahit
    Tak loloskan sehuruf pun

    Apa daya raga jiwa
    Tiada padang sesubur engkau,
    riak tingkah sangat sempurna
    Diam hangat dalam darah

    Kau pergi,
    tuk pulangkan hari
    Jauh melangkah
    hingga hilang

    Andai kupunya mesin
    pembengkok waktu
    Sajiran kan kukejar
    Punahkan sepi dan pedih,
    teraduk topan Katrina

    Cintaku tertambat ikat
    Antara Sajiran dan Jaga

    BalasHapus
  27. Nama : Elvina T. Indrajaya
    Kelas : XI P 5
    No. Absen: 14

    Puisi 1

    Cuma Kita

    Kita bagai setetes air di samudera
    Ombak di lautan
    Pohon dari rerimbunan rimba
    Dan buah dari sebatang pohon

    Kecil...
    Amat kecil
    Meskipun kecil
    Meskipun tak bernilai
    Kita sendirilah
    Kita semualah
    Mulai dari sekarang
    Menjaga lingkungan
    Walau hanya setetes air di samudera
    Sebuah ombak di lautan
    Pohon dari rerimbunan rimba
    Dan buah dari sebatang pohon
    Kita pasti bisa


    Puisi 2

    Nasionalisme Untuk Masa Depan

    Ketika kita kalah
    Marah, benci, dan dendam membekas di hati
    Bagai aksara terukir di atas karang
    Tak kan terhapus oleh gelombang laut

    Namun, apa gunanya?
    Apa manfaatnya?
    Kini...
    Mari kita lupakan
    Segala yang telah terjadi
    Belajar berbagi
    Belajar mengerti
    Seperti huruf yang tertulis di permukaan hati
    Marilah bersama bersatu
    Demi Indonesia, negara kita

    BalasHapus
  28. Tema : Nasionalisme kemerdekaan tahun 50 – 100 – 150 tahun kedepan
    Nama : Fanny Owela W.
    Kelas : XI IPA 5
    No abs. : 16


    Awan Pengikut

    Hari itu terlihatlihat awan yang membiru,
    cerah melapisi hari mereka,
    hari dimana satu titik terang,
    titik penantian dan harapan itu tiba.
    Kumpulan-kumpulan benda putih itu,
    seolah-olah berkata,
    “Aku turut bahagia, bahagia atas kemenangan.”
    Mereka mengisyaratkan seberkas kegembiraan disana.
    Mereka tenang, diam dan membisu, namun damai.
    Aku dapat merasakannya,
    walau aku terjebak disuasana yang berbeda.
    Mata ini melihat dan telinga seolah merasakan,
    ia menangis tersedu-sedu, kasihan aku dibuatnya.
    ia meratap kesedihan, seakan-akan tempat itu hancur,
    hancur sampai-sampai rasa damai itu melangkah menjauhi..
    ingin kuutarakan kebenaran itu.
    Ingin aku sampaikan bahwa itu adalah kebenaran!
    Kami hancur, ditindas oleh kebodohan masing-masing.
    Aku berjanji,
    kami akan memperjuangkanmu,
    sampai kau mengatakan hal itu,
    hal yang pertama kali kau utarakan pada mereka,
    dan ketika tiba detik itu,
    waktu ketika ratusan tahun akan datang dimata,
    kami akan mendengarkan tawa riang orang-orang,
    mendengarkan rasa bangga mereka,
    rasa damai yang dia lontarkan untuk kami,
    sabagai masa lalu yang gelap untuk mencapai satu titik,
    dimana titik terang itu akan kami ungkapkan dengan teriakan,
    “Merdeka”


    Palembang,04 Oktober 2009

    BalasHapus
  29. Tema : Kepedulian lingkungan
    Nama : Fanny Owela W.
    Kelas : XI IPA 5
    No abs. : 16

    Puisi 2

    Guncangan Kegelisahan

    Dikala langit gelap
    dan bulan mulai menampakkan sinarnya,
    hujan mulai turun ke bumi.
    Titik-titik air itu membasahi seluruh bagain yang ada
    menambah dinginnya malam,
    memperlarut tidur tiapnya yang terlelap.
    Tiba-tiba, disuatu detik dimalam itu,
    Tubuhku bergetar.
    Aku seolah merasakan sesuatu yang hebat,
    dan tak dapat diungkapkan secara lisan..
    Aku melihat bahwa rumahku berguncang,
    benda-benda diatas lemariku, menari-nari bersamaan,
    kulihat ayah dan ibuku dikamarnya,
    mereka sedang kebingungan,
    mereka risau dan tahut..
    Aku hanya dapat memandangnya dengan sedih dan haru..
    Seketika itu pula,
    aku membuka mataku
    dijendela kamarku, kulihat mereka,
    melambaikan kedua tangannya sambil tersenyum..
    Sapu dan tanaman menjadi teman mereka…
    Tak ada kegauhan..
    Yang terlukis hanyalah keasrian perkarangan itu,
    Yang membuatku
    untuk ikut melangkahkan kakiku kesana
    bersama mereka, menata lingkungan kami..

    Palembang, 4 Oktober 2009

    BalasHapus
  30. Nama: Yehezkiel Rajendra
    No.Absen: 48

    Puisi 1
    Tema: Palembang yang membanggakan

    Kota yang Memebanggakan

    Aku terbangun dari kelamnya malam
    Mata dan pikiranku belum menyatu
    Saat mentari tak berseri pagi ini
    Awan-awan gelap itu menyelubungiku

    Aku baru menyadari bahwa
    Rintik hujan yang menari itu
    Indah...
    Menari bersama suasana kota
    Dan terbawa dalam alunan tata gedung
    Kotaku yg membanggakan

    Tampak asri dalam pandangan
    Hijau...
    Jalanan yang bersih
    Menggaet Adipura kembali pulang

    Ada jembatan khas yang
    Tak dimiliki kota lain
    Di siang atau malam hari pun
    Terlihat begitu megah
    Dari sini di kota kelahiranku

    Tak ada yang meragukan kecantikannya
    Sungguh dan benar-benar BARI
    Kurindu untuk selalu berada di sini
    Benar teman, ini Palembang


    Puisi 2
    Tema: Cinta terhadap lawan jenis

    Arjuna

    Jalan Arjuna menjadi saksi
    Suatu rasa
    Yang jarang sekali kupunya
    Dia datang
    Bagai sulaman benang takdir
    Dirancang oleh penyulam
    Menjadi sesuatu yang bernilai

    Tertahan mata ini...
    Tak berkedip
    Di sore cerah
    Ketika awan memayungi
    Menjadi pohon yang teduh

    Aku berpaling
    Dari keheningan senja
    Mataku menyambut
    Dia...
    Elok memukau
    Dan memancarkan kasih

    Seolah dunia berguncang
    Berpusat di tempat ku berdiri
    Itu yang kurasa
    Apakah ini yang orang sebut cinta?
    Cinta terhadap seorang bidadari

    Aku tak bisa menipu
    Gerakan lembutnya, seperti magnet
    Yang begitu kuat
    Dia menatapku...
    Akulah sang Arjuna

    Karya: Yehezkiel Rajendra
    Palembang, 4 oktober 2009

    BalasHapus
  31. Nama : Rieke Pasela
    Kelas : XI IPA 5
    No. Absen : 38

    Puisi

    1. Kepedulian Budaya Nusantara Demi Jatidiri Bangsa

    Judul : Hanya Kita yang Bisa

    Budayaku..
    Indonesiaku..
    Maafkan aku telah mengkhianatimu..
    Sekian abad..
    Sekian tahun..
    Sekian hari..
    Sekian jam..
    Sekian menit..
    Sekian detik..
    Budaya yang ada dihadapanku..
    Budaya yang diwariskan padaku..
    Kuacuhkan...

    Budayaku..
    Sekarang kau tengah direbut..
    Oleh negara tetangga,
    yang melihat kelemahan aku dan teman-temanku,
    bangsa Indonesia,
    yang suka meremehkan budayanya..

    Ketika budayaku direbut..
    Baru semua orang tersentak..
    Betapa agung..
    Betapa indah..
    Betapa elok..
    Budaya BANGSA INDONESIA..

    Alangkah munafik kita, bangsa Indonesia..
    Ketika semua itu hilang dan di klaim negara tetangga,
    barulah kita merasakan kehilangan..

    Hanya kitalah yang bisa..
    Menjaga warisan leluhur kita..
    Menyampaikannya ke generasi muda..
    Agar budaya kita terus dikenang..

    Jangan Sampai!
    Negara tetangga mengambilnya lagi..
    Biarpun ada pepatah mengatakan,
    "Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau"
    Tetapi cintailah milik kita sendiri..

    2. Cinta Terhadap Penderitaan Kalangan Menengah ke Bawah

    Judul : Aku dan Kau

    Kita semua adalah sama..
    Manusia biasa yang tak luput dari kesalahan..
    Kita,
    satu saudara..
    satu darah..
    satu negara..
    satu bangsa..
    Tidak ada perbedaan di antara kita..
    Tidak ada perbedaan derajat di antara kita..

    Bukan aku tidak peduli, kawan..
    Atas penderitaan yang kau rasakan..
    Aku hanya tidak punya kekuatan untuk membela..
    Dari sini aku,
    hanya bisa berdoa dan berdoa..
    Agar kau turut memiliki kehidupan yang lebih baik..
    Tidak ada yang lebih membahagiakan,
    jika aku melihat kita semua bahagia bersama..
    Apalah artinya jika hanya berbahagia untuk sendiri..

    Semua,
    miskin..
    kaya..
    Semua sama di mata Tuhan..
    Susah senang kita jalani bersama..
    Untuk membangun masa depan..
    Aku tahu kita semua tak berdaya menghadapi hari esok..
    Tapi kita sebagai manusia yang sama,
    harus berusaha untuk maju..
    Agar tercipta negara yang makmur dan damai,
    bagi aku dan kau,
    Sahabatku..

    Palembang, 4 Oktober 2009

    BalasHapus
  32. Nama : vinaldo Wibowo
    Kelas : XI P 5
    No. Absen: 46

    puisi 1

    Terpesona…

    Sejuknya desah angin senja
    Menghantar kehadiranmu di hatiku
    Lewat pesona hati yang kau taburkan
    Dengan keluhuran
    Lewat cinta kasih
    Cahaya hati yang padam kau nyalakan
    Sejuta dukapun kau pisahkan

    Jalanan panjang didukaku
    Mampu kutempuh karena hadirmu
    Peranan jiwamu dalam jiwaku
    Menjemput angan dalam hatiku
    Untuk bersatu…
    Agar segala ragaku
    Jujurlah hatimu pintaku


    puisi 2

    Palembang

    Ketika pertama kali kurasakan nikmatnya dunia
    Merasakan cahaya dan udara
    Menjalani kehidupan bersama
    Menikmati titihan nikmat Tuhan
    Bersama kasih dan cintaNya

    Sebuah wilayah di dunia
    Dibagian selatan Sumatera
    Ditempat semua tersenyum nyata
    Dalam naungan kekerabatan
    Kedamaian dan ketertiban

    Keragaman ciptaan Tuhan
    Keserasian tatanan kehidupan
    Wilayah yang membuatku merasa nyaman
    Penuh dengan senyuman
    Segerombolan wisatawan

    Palembang kota Bari
    Motivasi menjalani hari
    Bersama cita kutetapkan hati
    Penyemangat perjalanan hidupku
    Hanya Palembang harapanku

    BalasHapus
  33. Nama: Trifonia Ingrid Octavia
    Kelas/ No. absen: XI P 5 /45

    puisi 1

    Judul: Cinta sepasang kekasih

    Arti cinta sepasang kekasih,
    Bagaikan petir menyambar dengan penuh kekhawatiran
    Karang batu menjadi ombak
    Kayu menjadi abu kering

    Cinta...
    Sesuatu yang timbul dari perasaan
    Cinta...
    Sesuatu yang muncul dari dalam lubuk hati
    Cinta...

    Cinta...
    Membuat semua orang merasakan kebahagiaan
    Cinta sepasang adam dan hawa
    Dengan kasih melimpah kegembiraan
    Ikatan rukun digelarkan

    Duduk termenung di atas rumput
    Melihat bulan, lambang cinta kita
    Asam dan manis cinta
    T’lah kita lalui berdua
    Cinta abadi, selama-lamanya

    BalasHapus
  34. puisi 2

    Judul: Palembangku

    Palembang
    Kota kebanggaanku
    Kota dimana aku dibesarkan
    Kota dimana aku dilahirkan
    Serta kota yang telah megajari aku
    Untuk hidup

    Kau adalah kota yang menakjubkan
    Bermacam jenis ciri khas
    Dari semua bagian
    Telah kau miliki

    Keindahanmu tak terkalahkan
    Kumpulan besi kokoh
    Bewarna merah berani
    Menjadi amanat penderitaan rakyatmu
    Serta, menjembatani wilayahmu
    Itulah AMPERA

    Kekayaan rasa kuliner
    Kaulah yang terbaik
    Pempek, model, dan sebagainya
    Adalah ciri khas kulinermu
    Yang tidak dapat ditandingi
    Semua kota jatuh hati
    Ketika menikmatinya
    Oh, palembang

    Kerajinan songket
    Teramat indah
    Menjadi mata pencaharian
    Dari beribu-ribu rakyatmu
    Oh, Palembang

    Palembang
    Kau adalah kota kebanggaanku
    Aku berharap
    Kau akan abadi
    Untuk selama-lamanya

    BalasHapus
  35. Nama : Siti Amira Anggraini
    Kelas : XI IPA 5
    No. Absen : 41

    Puisi 1
    Judul : Indahnya Kotaku Palembang

    Palembang
    Tempatku dilahirkan
    Tempatku dibesarkan
    Tempatku menuangkan suka dan duka

    Palembang
    Kota yang penuh dengan sejarah
    Kota yang penuh dengan kenangan
    Kenangan akan kisah masa lalu

    Palembang
    Kotaku yang tecinta
    Kotaku yang penuh dengan kemegahan
    Kemegahan akan bangunan kunonya

    Palembang
    Kotaku yang penuh dengan makanan khas
    Makanan khas yang dicari banyak orang
    Makanan khas yang mempunyai citarasa tersendiri

    Palembang
    Tempat aku menggantungkan cita-cita, harapan, dan impian
    Tempat aku mencari jatidiri

    Inilah kotaku
    Walaupun engkau penuh dengan kekurangan
    Ku akan mengagumi sampai akhir hayatku
    Walaupun aku pergi ke ujung dunia
    Tapi pasti aku akan kembali lagi ke sini


    Puisi 2
    Judul : Cinta Pertama

    Mata berkelap-kelip seperti lampu
    Bibir melekatkan sebuah senyuman
    Hidung mencium aroma cinta
    Ketika cinta menusuk dalam kalbuku

    Riuhnya suara gemuruh ombak
    Membuat hatiku bergetar
    Pasir-pasir cinta yang tertuang dalam nadiku
    Membuat jantung berdegup kencang

    Panah asmara yang ditembakkan ke jantungku
    Mengalirkan darah-darah cinta yang mengalir di sekujur tubuhku
    Api asmara yang berkobar di jiwaku
    Membuatku merasa akan arti cinta sesungguhnya

    Cinta yang dalam pada pujaan hati
    Cinta yang hidup dalam jiwaku
    Cinta yang menggelora dalam renda-renda asmara
    Dan inilah cinta pertamaku

    Palembang, 5 Oktober 2009

    BalasHapus
  36. nama:Stefen Agustinus
    kelas:XI P5
    No.Absen:42

    Puisi 1
    tema:Palembang yang kubanggakan

    Kotaku

    Nama massa kejayaanmu
    Takkan pudar dimakan waktu
    Emas lambang keabadian jiwa
    Tetap kokoh Sriwijaya

    Dari masa ke masa perjalanan waktu
    Tak surut langkah membangun negeri
    Di sudut-sudut seni dan traidisi
    Hiasi rangkaian seni budaya

    Alun sungai Musi bagai irama
    Mengantar tiap insan terlena
    Indah anggun panorama tercipta
    Palembang kaun kotaku tercinta

    Palembang
    Nama elok nan tangguh
    Siapapun pergi akan datang kembali
    Sebab kaulah tempat berlabuh

    Palembang
    Bangga aku memilikimu
    Kau satu dari banyak tempat
    Membuat hati menyalakan cinta.

    Puisi 2
    Tema:cinta dengan lawan jenis

    Pesona

    Datangmu saat musim berganti
    Kusadari nama indahmu hiasi bukuku
    Kutulis kata cinta dibawah namamu

    Namamu mengisi hari-hariku
    Memupuk rasa rinduku
    Bila kau matahariku
    Datang sinari aku dengan hangatmu

    Kini pesona dan cintamu
    Kan kusatukan dengan segala rasaku
    Cintaku,kau akan kubawa
    Di perjalanan asa dan hidupku

    BalasHapus
  37. Puisi 1
    Tema : Pusi cinta pada lawan jenis

    Pandangan Pertama
    Oleh : Tommy Darsono
    XI IPA 5/ 44

    Saat menatapnya aku tderpaku diri
    Bola mata coklat membuat diriku
    Terhanyut dalam pandangan pertama
    Getarlah jiwa ini
    Tak bias menghentikan getaran
    Seolah menarik aku ke dirinya
    Tersipu malu saat tangan ini menjabat tangannya
    Tak ku pungkiri diriku jatuh cinta
    Kepadanya…
    Hati yang berbunga membuat aku terlelap
    Dalam indahnya jatuh cinta
    Senyum yang memberi tanda darinya
    Membuat aku ingin mendekatinya
    Sapaan hangat dari dirinya
    Kini berubah menjadi sapaan indah
    Yang setiap hari kudengar
    Bahagia ini tak bisa aku hindari
    Baru merasakan adanyacinta yang nyata
    Dalam hidupku
    Cinta yang selama ini aku dambakan
    Terhenti pada sosok dirimu
    Mengganti kelamnya hati



    Puisi 2
    Tema : Puisi Palembang kebangganku

    Palembangku Tercinta
    Oleh : Tommy Darsono
    XI IPA 5/44

    Kemarin…
    Kotaku hanyalah kota yang cacat
    Namun sekarang…
    Kotaku adalah kota yang hebat

    Gemericik air
    Mengalir pelan di Sungai Musi
    Sungai yang tak kalah indah
    Dari Sungai Nil di Mesir

    Pagipun berganti malam,
    Namun kotaku tak’kan padam keindahannya
    Pesonanya akan terus abadi
    Bagai emas murni yang selalu bersinar

    Megahnya jembatan Ampera
    Bukti perjuangan rakyat Palembang
    Yang tak’kan pernah terlupakan
    Walau bumi terus berputar

    Lelah aku berjalan
    Dibawah gemerlap lampu Kota Palembang
    Namun, setelah lama baru ku sadari
    Betapa indahnya kotaku ini

    Di malam yang gelap nan kelam
    Saat itupun aku merasa bangga
    Bangga tinggal di kotaku
    Kota Palembangku tercinta

    BalasHapus
  38. Puisi 1
    Tema : Kritik Sosial

    Keadilan
    Oleh : Margaretha Leo
    XI IPA 5/30

    Demokrasi....
    Atas nama itu
    Banyak yang menjadi korban
    Atas nama itu
    Kekayaan negeri ini sirna
    Oleh orang-orang yang tak berperasaan
    Yang menawarkan kebebasan
    Kebebasan yang hanya dapat dimiliki
    Mereka yang bermodal

    Namun...
    Mereka yang miskin
    Menjadi semakin terinjak-injak
    Dan semakin tak dipedulikan...

    Mereka hanya menginginkan kebebasan
    Mereka hanya menginginkan sedikit ruang
    Untuk mengutarakan isi hati mereka
    Untuk menyampaikan pendapat mereka

    Mereka hanya menginginkan keadilan
    Keadilan yang tak pernah didapatkan...
    Keadilan yang tak pernah diberikan...
    Oleh para penguasa...


    Palembang, 5 Oktober 2009


    Puisi 2
    Tema : Dekadensi Moral Generasi Muda

    Penyesalan Datang Belakangan
    Oleh : Margaretha Leo
    XI IPA 5/30

    Para pahlawan
    Rela mengorbankan jiwa dan raganya
    Demi bangsa dan negara ini

    Tetapi..
    Jasa-jasa mereka
    Dengan sangat mudah
    Dilupakan....
    Oleh generasi muda

    Saat ini...
    Banyak generasi muda
    Yang melakukan perbuatan tidak wajar
    Perbuatan yang memalukan
    Perbuatan yang tidak pantas dilakukan

    Mereka seharusnya sadar
    Merekalah penerus bangsa ini
    Perbuatan yang mereka lakukan
    Akan berakibat buruk
    Bagi diri mereka sendiri..
    Bagi orang lain..
    Dan bagi bangsa ini..

    Ketika semua sudah terjadi
    Penyesalan akan datang
    Menghampiri mereka....

    Tiadalah guna menyesali yang telah terjadi
    Mereka harus segera bangkit
    Jangan sampai penyesalan..
    Membuat diri mereka menjadi tak berdaya..


    Palembang, 5 Oktober 2009

    BalasHapus
  39. Tema : Kepedulian Lingkungan


    Janet Jessica
    XI IPA 5/20


    Krisis Global


    Di sudut – sudut kota kulihat mereka
    Perempuan dengan pakaian lusuh
    Laki – laki tua dengan rambut tidak tersisir
    Bayi dalam gendongan ibu muda
    Remaja dengan menyandang gitar tua
    Mereka menanti kebaikan hati orang
    Mereka meminta untuk mendapatkan makanan
    Diantara mereka ada yang tetap ceria
    Walaupun hidup mereka susah
    Akankah jumlah mereka berlipat – lipat?


    Di sudut – sudut dunia lain
    Kudengar banyak yang kaya jatuh miskin
    Kudengar banyak yang menjadi separuh gila
    Karena mereka memiliki setumpuk hutang
    Uang mereka tiba – tiba tak berarti lagi
    Apakah kami akan mengalaminya?
    Oh… krisis global
    Begitu kejamkah engkau?
    Yang lebih kejam adalah manusia – manusia penyebabnya
    Kamu yang tidak mengerti yng menanggungnya.

    BalasHapus
  40. Tema : Semangat Kepemudaan


    Janet Jessica
    XI IPA 5/20


    Hai Jiwaku


    Hai jiwaku..
    Janganlah lesu
    Janganlah pasrah
    Janganlah putus harapan
    Janganlah mencobai yang terlarang
    Janganlah melakukan hal yang sia –sia
    Martabat adalah perintah hidup


    Hidup bukan undian
    Bukan pula tebak – tebakan
    Miskin bukan kutukan
    Kaya bukan berkah dari langit
    Sukses tidak didapat sekejap
    Berjuanglah hai jiwaku
    Semangatlah hai jiwaku
    Cita – cita akan kau petik pada saatnya


    Bersyukurlah hai jiwaku
    Satu yang tidak boleh kau lupakan
    Keselamatan adalah anugerah dariNya

    BalasHapus
  41. Hendra
    XI IPA 5/18

    Puisi 1
    Tema : Semangat kepemudaan

    Pedomanku
    Karya : Hendra

    Wahai Sang pemuda Indonesia
    Jasamu begitu besar
    Engkaulah pahlawan bangsaku
    bangsa Indonesia

    Engkaulah pahlawan sejati
    Pejuang bangsaku
    Jiwamu kukuh
    Laksana karang

    Gelora semangatmu
    Ibarat omba lautan
    Sakit di badan
    Tak kau hiraukan

    Ku berusaha sepertimu
    Lakukan yang terbaik
    Bagi bangsa ini
    Bangsa Indonesia

    Pertahankan Kemerdekaan
    Lestarikan kebudayaan
    Semoga apa yang telah ku lakukan
    Berguna bagi bangsa

    Semoga Perjuangan ini
    Tak hentinya dilakukan
    Sampai generasi berikutnya
    Hingga Indonesia makmur sentosa

    Puisi 2
    Tema : kepedulian lingkungan

    Alamku
    Karya : Hendra

    Tanpa manusia sadari
    Begitu banyak perubahan
    Pada alam yang begitu asris

    Lihatlah negeri Indonesia
    Begitu banuak bencana terjadi
    Menelan banyak korban
    Tanpa tahu apa dosa mereka

    Melihat negeri Indonesia
    Bagaikan kehilangan setengah jiwa
    Membuat hati menjadi pilu
    Serta membuat gunda gulana

    Begitu banyak bencana t'lah terjadi
    Baiknya kita sadari
    Apa langkah yang akan dilakukan
    Serta apa yang t'lah diperbuat

    Semoga generasi ini
    Dapat membuat alam baru
    Bersama kita bersatu
    Membuat alam yang lebih baik

    Alam yang baru
    Untuk manusia yang ada
    Serta kehidupan manusia
    Bersama nikmati alam baru

    BalasHapus
  42. Tema: Kritik Sosial
    Lugas Asa Prihadi/28

    SEBUAH JALAN

    Jalan ini sudah kotor
    Jalan ini sudah rusak
    Jalan ini sudah pecah
    Begitu banyaknya perbedaan, begitu banyaknya perpecahan
    Dahulu semua berbaur menjadi satu, jalan ini masih saling menyambung
    Namun kini semua berbeda

    Jalan ini pecah! Bangsa ini pecah berkeping-keping
    Bangsa yang dahulunya satu pendirian di satu jalan
    Kini hancur berkeping-keping
    Dimanakah bangsa yang menggabungkan perbedaannya menjadi kekuatannya?
    Dimanakah bangsa yang menggabungkan perbedaannya untuk melalui jalan itu?
    Tak ada lagi yang namanya persatuan

    Tak malukah kita sebagai pejalan yang melalui jalan itu?
    Tak malukah kita terhadap apa yang sudah di perjuangkan oleh para pahlawan?
    Tak malukah kita terhadap diri sendiri?
    Kita adalah manusia, tak ada yang mampu bertahan hidup sendirian
    Tak akan ada yang mampu
    Tetapi mengapa kita terpecah belah dalam golongan, ras, agama?
    Bukankah seharusnya perbedaan itu kita singkirkan dan terus maju di jalan yang rusak ini
    Saling membantu agar jalan yang rusak ini dapat kita lalui dan mencapai tujuan masing-masing

    Palembang, 4 Oktober 2009 (Lugas Asa Prihadi M)



    Puisi 2
    Tema:Dekadensi Moral Generasi Muda
    Lugas Asa Prihadi/28

    Tak adakah malu yang tersisa

    Zaman terus berganti
    Teknologi semakin maju
    Arus globalisasi tak terbendung
    Nilai dan norma semakin tenggelam

    Tak adakah malu yang tersisa dari seorang remaja yang tanpa pikir panjang menyerap semuanya?
    Tak terpikirkah apa akibat dari semua itu?
    Sesaat mungkin akan ada kepuasan yang didapatkan
    Beberapa tahun, maut yang menjemput

    Tak terpikirkankah apa penyelesaian masalahmu?
    Hingga mencoba narkoba?
    Tak malukah kau dengan nilai dan norma yang ada?
    Tentu saja tidak, jika kau terus seperti ini
    Engkau adalah pewaris masa depan negeri ini
    Tapi mengapa kau hancurkan semua harapan itu?

    Cukuplah hanya segelintir dari para pewaris yang menghilangkan harapan bangsa ini
    Sadarlah sebelum semua ini terlambat!
    Kembalilah pada sebuah harapan, percayalah pada harapan itu
    Kembalikanlah moral yang telah lama terpuruk akibat semua itu
    Kembalikan harapan bangsa ini


    Palembang, 5 Oktober 2009

    BalasHapus
  43. Nama : Andri Yasmin
    Kelas XI P 5

    Puisi 1
    Sesuatu yang Abadi

    Nyawa, dapat menghilang.
    Tubuh, dapat mejadi hancur.
    Logam, dapat berkarat.
    Uang, tidak akan dibawa ke surga.

    Manusia, seringkali mengatakan tidak ada yang abadi.
    Manusia, seringkali beranggapan segala sesuatu akan hancur dan mati.

    Namun, ada sesuatu yang abadi.
    Sesuatu yang tidak akan hancur dan mati.
    Sesuatu yang tidak akan menghilang walau diterpa ombak dan badai.
    Sesuatu yang tidak akan musnah walau dilahap lahar dan api.

    Benda itulah yang menemani kita saat kesepian.
    Benda itulah yang menghibur kita saat menangis.
    Benda itulah yang menyemangati kita saat terjatuh.
    Benda itulah yang menasihati kita saat berbuat salah.

    Hanya itu yang dapat menuntun kita kembali ke jalan yang benar.
    Hanya itu yang dapat menutup telinga kita dari rayuan setan.
    Hanya itu yang dapat kita miliki untuk selamanya.

    Hanya Cinta dari Tuhan yang tidak akan musnah.
    Hanya Cinta dari Tuhan yang tidak akan menghilang.
    Hanya Cinta dari Tuhan yang abadi.
    Terima kasih Tuhan.


    Puisi 2
    Jangan Mudah Menyerah

    Aku terbangun di pagi hari.
    Lalu ku melihat di balik layar kaca.
    Tangisan dan jeritan merajalela
    lalu ku berdoa oh Tuhan, mengapa ini terjadi.

    Ratusan nyawa hilang begitu saja.
    Jutaan harta lenyap tanpa bekas.
    Ribuan orang meratapi kemalangannya.
    Hanya bisa pasrah kepada Yang Kuasa

    Kuratapi mata orang-orang malang itu.
    Aku hanya bisa berdiri tak berdaya melihat yang terjadi.
    Aku hanya mau berdoa,
    meminta Tuhan memberikan keselamatan bagi mereka.

    Aku sadar, bencana bukanlah siksaan.
    Melainkan cobaan yang berat.
    Manusia hanya bisa duduk dan pasrah,
    ketika Ia mulai bergerak.

    Manusia kadang menganggap,
    hidup ini sudah tak berarti.
    Namun, jangan menyerah,
    kita pasti bisa melalui ini.

    BalasHapus
  44. Nama : Antonius Muliawan Japar
    Kelas : XI P5
    No.abs : 07

    Tema 1: Religi

    Tuhanku

    Tuhanku
    Engkaulah yang Maha Esa
    Engkaulah yang Maha Kuasa
    Engkaulah yang Maha Pencipta

    Engkau yang memberi kami hadip
    Engkau juga yang telah memberi jalan
    Cobaan demi cobaan yang kami hadapi,
    Engkau beri agar menyadarkan kami
    Semua yang telah Engkau berikan
    kami rusak,kami acuhkan bahkan kami anggap tidak ada

    Engkau beri kami kasih sayang,
    kami balas dengan ejekan
    Engkau beri kami materi,
    kami balas dengan merusaknya
    Engkau beri kami cinta,
    kami balas dengan rasa benci
    Hingga Engkau beri kami hidup,
    kami balas dengan mengacuhkanMu

    Oh Tuhan,kami mohon ampun.
    Ampunilah dosa-dosa yang telah kami perbuat
    Baik itu sengaja maupun tidak sengaja
    Terima Kasih Tuhan.

    BalasHapus
  45. Nama : Antonius Muliawan Japar
    Kelas : XI P5
    No.abs : 07

    Puisi 2

    Pengemis Jalanan

    Pernahkah kamu melihat orang-orang mengemis?
    Pernahkah kamu menanggapi apa yang mereka rasakan?
    Pernahkah kamu merasa penderitaan yang sama?
    Pernahkah kamu menolong mereka?

    Mereka melakukannya bukan karena ingin
    Mereka melakukannya bukan karena malas
    Tetapi mereka melakukannya untuk mencari nafkah
    Mereka bahkan tak punya pekerjaan

    Apakah mereka malas mencari kerja?
    Apakah mereka tidak mencari kerja?
    Apakah mereka malas bekerja?
    Bukan! Itu karena tidak ada yang memperdulikan mereka

    Kini,sudah banyak pengemis jalanan
    Mereka menyampaikan derita mereka lewat alunan lagu
    Apa yang kurang dari mereka?
    Apa yang kurang dari kita?

    Yang kurang dari kita ialah rasa peduli
    Rasa yang begitu dalam jika kita sampaikan
    Oh para pengemis jalanan,maafkan kami
    Mungkin lain kali kesempatan kalian ada.

    BalasHapus
  46. Puisi I

    Tema: Religi

    Tersesat Oleh Keindahan
    oleh: Ardian
    XI IPA 5/08

    Di depanku
    Terbentang dua jalur
    Aku bingung
    Jalur mana yang kutuju
    Aku belum pernah menginjak daerah ini
    Sedikit petunjuk pun aku tak punya
    Padahal
    Langit semakin gelap
    Di kananku, persimpangan yang begitu luas
    Jalannya licin beraspal
    Cahanya berkilau
    Indah memukau
    Tubuhku tergerak ke sana

    Di kiriku, terlihat seperti jalan setapak
    Tak berjejak
    Penuh semak berselimut duri
    Gelap gulita
    Tanpa pelita tiada benderang
    Mungkin waktuku terlalu sempit
    Untuk ayunkan langkah ke sana

    Aku pun berjalan
    Melangkah dengan tekad bulat
    Menuju impian
    Terang
    Menyenangkan
    Benar, begitu indah
    Namun
    Semakin ku-ayunkan langkahku
    Semakin sempit jalan yang kulalui
    Sepi, sunyi
    Walau dirundung gelisah
    Aku tak punya pilihan
    Ku-ayunkan lagi langkahku
    Ternyata
    Semua keindahan itu menipuku
    Kembali aku bingnug
    Apakah aku akan kembali
    Mengulang langkahku dari awal
    Tapi
    Perjalananku terlampau jauh
    Aku takut waktu tak memberiku kesempatan
    Aku terlalu jauh mengayunkan langkahku
    Badanku telah berbau
    Lumpur telah terinjak
    Kutu-kutu mengerubungi kepalaku
    Tulang-tulangku terasa ngilu
    Sekujur tubuhku tak lagi bersih
    Aku takut orang-orang di sana mengejekku
    Benarkah jalur yang ku pilih
    Mungkinkah ada di jalan itu
    Orang lusuh sepertiku

    Demi tekadku
    Tak apa kucoba mengulang
    Ya, harus kuulang
    Meskipun keindahan ini harus kubuang jauh
    Selamat tinggal
    Jalanku
    Keindahanmu telah mengelabui mataku…

    Puisi II

    Tema: Kepedulian Sosial

    Mereka Saja Bisa Tertawa
    oleh: Ardian
    XI IPA 5/08

    Mungkin ada seratus orang di dalam gerbong itu
    Pegawai, penjual buah, preman, pengemis, polisi, siswa siswi
    Berdesakan, berkeringat, panas, basah, bau

    Suara kecil indah, gurauan, candaan,
    tangisan, teriakkan, lantunan
    Bahkan petugas karcis pun tidak mau kalah

    Dalam lamunanku
    Sejenak ku memandang
    Menatapi satu demi satu
    Raut wajah di sekelilingku
    Diantara keramaian dan sesaknya gerbong itu
    Mereka masih bisa tersenyum
    Masih saling mengejek dan tertawa
    Mentertawakan takdir yang dijalani
    Terjepit di tengah kereta yang menyesakkan

    Tak ada yang tersinggung
    Tak ada yang berkelahi
    Tak ada yang naik pitam

    Dari bangku tunggu
    Kulihat jalan yang kian hari kian memadat
    Sebuah mobil mogok di bawah jembatan layang
    Sopir panik tuan mengamuk
    Tak ada yang bisa dilakukan

    Lalu kualihkan pandanganku
    Kubandingkan mereka di kereta itu
    Dengan tuan besar berdasi beserta mobilnya
    Terjebak dalam macet
    Pendingin mobil sudah tak dihiraukan
    Baju mahal jadi basah
    Karena peluh yang bercucuran

    Sejenak aku tertawa dalam hati
    Seraya berkata
    Hanya satu perbedaannya
    Tuan itu tidak tertawa

    BalasHapus
  47. PARA PEMIMPIM KAMI
    karya : Septian/39

    Para pemimpin kami
    Tolong lihatlah kami
    Menangis untuk mengais rezeki
    Untuk makan hari ini
    Para pemimpin kami
    Lihatlah wajah kami
    Berduka lara tiada henti
    Sangsara terluka setiap hari
    Para pemimpin kami
    Bukalah mati hati
    Jangan hanya mengandalkan korupsi
    Yang membuat saangsara rakyatmu ini
    Para pemimpin kami
    Kami disini terus menanti
    Janji-janji yang tak terbukti
    Yang membuat muak rakyatmu ini
    Para pemimpin kami
    Disitiap iringan doa kami
    Kami terus menanti
    Setiap saat, setiap hari
    Agar Tuhan membuka hati nurani
    Hingga dapat membuat semua ini
    Sejahtera hingga akhir nanti

    JIWAKU, BUDAYAKU
    karya : septian/39

    Ratusan ribu pulau terbentang
    Ratusan budaya pun telah ada
    Menghiasi atas langit kesenian
    Bak permata yang terus bersinar
    Jiwaku, budayaku
    Tak rela ku kau di rebut
    Tak rela ku kau dirampas
    Dan tak rela ku kau dijajah
    Jiwaku, budayaku
    Ku berjanji dalam hati
    Kan ku pertahankan kau untuk bangsaku
    Kan ku pertahankan kau untuk negaraku
    Karena kau adalah jiwaku

    Palembang, 1 Oktober 2009

    BalasHapus
  48. Nama : Linda P.M.
    Kelas : XI P 5
    Absen : 27

    Puisi 1
    Tema : Kritik sosial

    Curahanku

    Aku di sudut kota
    Aku termenung...

    Melihat derasnya hujan
    Melihat panasnya terik matahari
    Melihat debu yang bertebaran

    Seolah menyatu pada diriku
    Namun apakah ada seorang tahu ?
    Seorang pejabat tinggikah ?
    Atau hanya seorang sahabat jalanan ?

    Ya...
    Hanya mereka yang peduli padaku
    Mereka hanya mementingkan hidupnya
    Berkuasa untuk kepentingannya

    Apakah aku yang telah salah memilih ?
    Aku rasa tidak ...

    Mereka telah membohongiku
    Janji-janji palsu bertebaran
    Menarik hatiku

    Aku benar-benar tertipu
    Aku kecewa ...
    Aku hanya bisa termenung ...

    Puisi 2
    Tema : Dekadensi sosial

    Yang terlupakan

    Hari demi hari kulalui
    Hanya seorang diri...
    Adakah rasa peduli padaku ?

    Dulu ...
    Hangatnya keluarga menyelimutiku
    Tapi kini...
    Aku hanya seorang diri di gubuk kecil

    Anak yang telah kubesarkan
    Bahkan meninggalkanku
    Mereka seakan malu ...
    Malu dengan keadaanku

    Moral yang kutanam sejak dini
    Seakan layu diterpa arus dunia
    Nilai dan moral menjadi bisu di tengah keributan
    Mereka seakan acuh padaku

    Kini aku hanya bisa memnerima
    Menerima penolakan dari anakku sendiri

    Harus kusadari...
    Kini mereka telah berubah
    Berubah menjadi orang yang tak ku kenal

    BalasHapus
  49. Tema: Kritik Sosial
    Karya: Jordy A.S. Hutauruk/25

    Janji Manis Wakil Rakyat

    Mereka datang dengan senyum
    Berjanji bahwa akan merealisasikan aspirasi rakyat
    Dengan beribu kata-kata manis
    Membuai kita untuk mendukungnya

    Setelah mereka terpilih
    Apa yang mereka lakukan?
    Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri
    Melupakan semua janji-janjinya

    Sambil tertawa mereka melihat rakyat
    Yang semakin susah
    Bahkan dana untuk rakyat pun mereka sikat
    Hanya untuk kepentingan individu semata

    Biadab sekali perbuatan mereka!
    Menikmati apa yang sebenarnya menjadi hak kita
    Mengangkat kaki dan tersenyum
    Melihat kesengsaraan bangsanya sendiri.

    Karya; Jordy A.S. Hutauruk
    Tema: Dekadensi Moral Generasi Muda

    Narkoba

    Barang titipan dari setan
    Untuk merusak sendi-sendi kehidupan manusia
    Dengan merusak pikiran kita
    Membuat kita terbuai dengan nikmatnya

    Tapi apa yang kita dapatkan?
    Penyakit menular dan mematikan
    Batas nyawa pun berkurang
    Serta menghilangkan semangat hidup generasi muda

    Ayolah generasi muda
    Bersatulah
    Demi kemajuan bangsa kita
    Demi Indonesia tercinta

    Kita bangkitkan lagi generasi muda
    Demi Indonesia tercinta
    Perangilah narkoba
    Demi kejayaan bangsa kita

    BalasHapus
  50. Puisi I

    Tema: Semangat Kepemudaan

    Harap Anak Bangsa
    Oleh: Fanny Taslim
    XI IPA 5/17

    Indonesia tanah airku
    Berpondasi dari jerih payah bangsaku
    Peluh keringat, sampai titik darah penghabisan
    Telah mereka serahkan

    Indonesia tanah airku
    Cerminan dari perjuangan anak bangsaku
    Patut kukenang
    Patut kubanggakan

    Kami anak bangsa
    Akan membangun negaraku
    Menjadi bangsa yang satu
    Bangsa yang maju

    Puisi II

    Tema: Kepedulian Lingkungan

    Jerit Sungai
    Oleh: Fanny Taslim
    XI IPA 5/17

    Wahai engkau manusia
    Dengan wajah tak berdosa
    Kau cemari aku
    Kau ubah warnaku
    Kau buang sesuka hati setelah kau pakai

    Tanpa sadar akan salahmu
    Lingkunganku telah kau cemari
    Tak sadarkah dirimu?
    Bila dapat berteriak
    Aku akan berkata
    Cintailah aku
    Cintai lingkunganku
    Cintailah karunia-Nya

    Janganlah kau wahai manusia
    Mencemari aku
    Jika terus kau cemari
    Maka rusaklah aku ini

    BalasHapus
  51. Nama : Elfira
    Kelas : XI IPA 5
    Absen : 13

    Puisi 1
    Tema : Nasionalisme

    Bangkitlah Bangsaku

    Karya : Elfira / 13

    Pahlawan...
    Dahulu mereka memperjuangkan hak - hak kita
    Tapi..
    Dengan mudah kita lupakan jasa - jasa mereka

    Kita hanya diam
    Membisu
    Saat semua bagian dari budaya kita
    Diambil begitu saja oleh negara - negara lain

    Mengapa?
    Tidakkah hati kalian pedih?
    Ataukah kalian tidak peduli?
    Saat negara itu berkata
    "Reog Ponorogo adalah milikku"
    Tak adakah keinginan dari hati kalian untuk merebutnya kembali?

    Kita harus memperjuangkannya!
    Jangan biarkan mereka mengambil semua milik kita!
    Agar anak - cucu kita kelak
    Dapat mengenal budaya mereka sendiri
    Tidak buta akan budaya mereka sendiri

    Palembang, 4 Oktober 2009


    Puisi 2
    Tema : Kepedulian lingkungan

    Peduli Lingkungan

    Karya : Elfira / 13

    Lingkunganku...
    Semakin hari kau semakin berubah
    Bukan semakin membaik
    Tetapi kian memburuk

    Asap polusi menguasai setiap sudut jalanmu
    Sampah - sampah berserakan di tubuhmu
    Namun, mereka hanya mengeluh..
    Mengapa asap disini begitu tebal?
    Mengapa sampah berserakan dimana - mana?

    Mereka hanya mengeluh dan terus mengeluh
    Mereka tak berpikir itu adalah ulah mereka sendiri
    Tertidurkah kesadaran masyarakat kita?
    Mereka tidak mempedulikanmu namun mengacuhkanmu
    Hanya pasukan kuning yang selalu siap membantumu
    Membersihkan tubuhmu tanpa keluh kesah

    Lingkunganku..
    Banyak doa tertuju untukmu
    Doa terhadap kebersihanmu
    Doa terhadap kelestarianmu
    Namun, itu hanya sebatas doa
    Tanpa dilaksanakan dengan tindakan nyata

    Ayolah kawan..
    Bersama kita peduli lingkungan
    Menjaga keasriannya bersama - sama
    Agar kita pun nyaman berada di dalamnya

    Palembang, 4 Oktober 2009

    BalasHapus
  52. Nama : Fadlan Fathur Rizky
    Kelas : XI P 5
    No.Absen : 15


    SATU UNTUK SEJENAK
    Karya : Fadlan Fathur Rizky

    Dentum demi dentuman bijih baja
    Selongsongan peluru timah melangsat
    Seiring tangis jerit derita dari mereka
    Seiring perih luka menyayat

    Miris,
    Hati ini teriiris
    Kerut,
    Hatiku kian mengkerut
    Tak tahan akan tangisan
    Tak tahan akan jeritan

    Sampai kapan !
    Sampai kapan luka ini ku bawa berlari?
    Sampai dimana !
    Sampai dimana peluru ini akan berhenti?

    Satu,
    Satukan hati
    Satu,
    Satukan jiwa
    Rembukkan semangat

    Satu, kita hanya butuh satu
    Satu, persatuan yang kita andalkan

    Marilah kawan,
    Kita hanya butuh sejenak

    Sejenak melepas derita
    Sejenak mengalihkan mata
    Sejenak satukan jiwa
    Sejenak untuk merasa

    Satu, satukan egomu menjadi nyalimu
    Satu, satukan deritamu menjadi semangatmu

    Lawan para predator
    Lawan para diktator
    Lawan mereka sang koruptor
    Lawan segala hal kotor

    Satu,
    Satukan bangsa kita
    Satu, satukan tanah kita

    Sejenak..
    Kita butuh sejenak, hanya sejenak
    Satu untuk sejenak


    WAKILI AKU BERKATA
    Karya : Fadlan Fathur Rizky


    Hari ini,ku wakili mereka berkata
    Lewat hati ini aku merasa
    Dengan lidah ini aku berlisan
    Semua jeritan, semua tangisan

    Sahabatku, tolonglah aku!
    Sahabatku, aku saudaramu !
    Jangan engkau sakiti aku
    Aku bernyawa sepertimu

    Sahabatku, tolonglah aku!
    Sahabatku, aku saudaramu!
    Jangan engkau acuhkanku
    Jangan engkau sepikanku

    Hari ini, ku wakili tangisan mereka
    Para batang bernyawa
    Para akar menjalar
    Merekalah sang penyelamat memijar

    Sahabat, bumi ini milik kita
    Tapi ini bukan milik kita

    Lestarikan bersama
    Ayo!
    Selamatkan mereka, selamatkan jiwa kita

    BalasHapus
  53. Nama : Jennifer
    Kelas: 11 p5
    Nomor :21

    Kritik Sosial

    JERITAN HATI RAKYAT
    Kata orang negeriku bagai jamrut khatulistiwa
    Dengan kekayaan alam tidak terhingga
    Bahkan ada musisi yang berkata
    kolamnya bagaikan kolam susu

    Tongkatpum tumnuh ditusukan tanah
    Namun apa kenyataannya
    Rakyat hidup banyak yang sengsara
    Walaupun bisa keluar Negeri,
    orangnya berjuta-juta

    Tapi hidup dan kerjanya sebagai kuli dan pembantu saja,
    Obralan Janji Wakil rakyat semuanya
    hanyalah tipuan belaka.

    Korupsi dan Nepotisme semakin merajalela.
    Entah sampai kapan rakyat ini akan sengsara?
    Tak tau lagi dimana tempat akan mengadu.
    Apalagi ditambah bencana.
    Bahkan tempat bertedu pun tak ada.
    Hanya ada doa sebagai pelipur lara.


    GAZA

    Sebuah kilatan menyilaukan cahaya putih
    Menerangi langit di atas Gaza malam ini
    Orang-orang berlarian mencari perlindungan
    Tidak tahu apakah mereka mati atau hidup

    Mereka datang dengan tank dan pesawat mereka
    Dengan berapi-api
    Dan tak ada yang tersisa
    Hanya suara naik dalam kabut berasap

    Kami tidak akan turun
    Di malam hari, tanpa perlawanan
    Anda dapat membakar masjid-masjid kita dan rumah kita dan sekolah-sekolah kita
    Tetapi roh kita tidak akan pernah mati
    Kami tidak akan turun
    Malam ini di Gaza

    Wanita maupun anak-anak
    Dibunuh dan dibantai malam demi malam
    Sementara apa yang disebut pemimpin negara-negara jauh
    Berdebat mengenai siapa yang salah atau benar

    Tapi mereka tidak berdaya kata-kata itu sia-sia
    Dan bom itu jatuh ke bawah seperti hujan asam
    Tetapi melalui air mata dan darah dan rasa sakit
    Anda masih dapat mendengar suara melalui kabut asap

    Kami tidak akan turun
    Di malam hari, tanpa perlawanan
    Anda dapat membakar masjid-masjid kita dan rumah kita dan sekolah-sekolah kita
    Tetapi roh kita tidak akan pernah mati
    Kami tidak akan turun
    Malam ini di Gaza

    2009 Oktober 7 07:07

    JENNIFER berkata...

    pak sebelumnya saya minta maaf karena saya telat.

    hal ini karena rumah saya kabel listriknya putus 1 kompelks jadi gak bisa, sdh 2 hari lampu gak nyala.

    trus warnet-warnet gak ada yang bisa buka karena kabel putus pak maaf sekali ya pak.

    BalasHapus